Taman

3 Jenis Tanaman Pemakan Serangga, Ada Bentuknya yang Unik

Apa kamu pernah dengar tentang tanaman pemakan serangga?

Mungkin kamu berpikir bahwa tanaman hanya bisa bertahan hidup dengan melakukan fotosintesis dan menyerap nutrisi dari tanah dan udara.

Tapi ternyata ada sekelompok tanaman yang berbeda, yaitu karnivora.

Mereka memiliki cara unik untuk mendapatkan nutrisi dengan memakan serangga dan hewan kecil lainnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 jenis tanaman pemakan serangga dengan bentuk yang unik.

Mulai dari kantong semar dan lainnya.

Tanaman-tanaman ini telah berevolusi untuk menarik, menangkap, dan memakan mangsanya.

Jadi bersiaplah untuk masuk ke dunia penuh petualangan dari tanaman karnivora!

Apa Itu Tanaman Pemakan Serangga?

Apakah kamu pernah melihat tumbuhan aneh yang bentuknya unik dan makan serangga?

Tumbuhan karnivora atau pemakan serangga ini menarik perhatian karena keunikannya.

Tumbuhan karnivora membutuhkan nitrogen untuk bertahan hidup, yang mereka dapatkan dari memakan serangga dan hewan kecil lainnya.

Sebagian besar tumbuhan karnivora hidup di tempat yang minim nitrogen seperti rawa gambut dan hutan hujan tropis.

Salah satu tumbuhan karnivora paling terkenal adalah Nepenthes, atau kantong semar.

Bentuknya yang khas mirip kantong plastik, dan digunakan untuk menangkap dan mencerna mangsanya.

Nepenthes (Kantung Semar) Yang Mematikan

Nepenthes atau yang sering dikenal kantung semar, adalah salah satu jenis tanaman pemakan serangga paling populer.

Tanaman ini berasal dari hutan hujan tropis Asia Tenggara.

Bentuknya yang unik membuatnya disukai kolektor tanaman.

Nepenthes (kantung semar) memiliki daun berbentuk corong yang berfungsi sebagai perangkap serangga.

Corong daun ini menghasilkan cairan manis yang menarik serangga.

Setelah serangga masuk ke dalam corong, tepinya yang licin membuatnya sulit untuk keluar.

Serangga akan tenggelam dan mati, lalu dicerna oleh tanaman.

Ada lebih dari 100 spesies kantung semar dengan berbagai ukuran dan warna.

Beberapa spesies corong daunnya bahkan bisa menangkap tikus yang kecil loh!

Nepenthes atra misalnya, memiliki corong daun setinggi 30 cm.

Sementara Nepenthes hamiguitanensis spesies terkecil, hanya memiliki corong 5 cm.

Untuk merawat kantung semar, letakkan di tempat terang dengan kelembaban tinggi. Tanahnya harus lembab tetapi tidak tergenang.

Pupuklah seminggu sekali selama musim pertumbuhan.

Dengan perawatan yang tepat, Nepenthes dapat hidup hingga 15 tahun.

Tanaman ini membutuhkan suasana tropis, jadi sulit untuk dibudidayakan di tempat dengan iklim sedang.

Namun, bentuk dan keunikannya membuat Nepenthes (kantung semar) layak dicoba untuk dikembangbiakkan.

Drosera (Sundew)

gambar 3 tanaman Sundew
sumber: housing.com

Drosera umumnya dikenal sebagai tanaman sundew, yang adalah salah satu tanaman pemakan serangga yang paling unik.

Seperti namanya, tanaman karnivora ini memikat dan menjebak serangga dengan menggunakan tentakel lengket di daunnya yang menyerupai embun yang berkilau di bawah sinar matahari pagi.

Tentakel pada daun Drosera mengeluarkan lendir lengket yang mengandung enzim pencernaan.

Begitu serangga hinggap di daun, tentakel melingkar di sekeliling serangga tersebut dan menempel di badan mereka.

Serangga itu tentunya akan berusaha keras untuk melepaskan diri, tetapi gerakannya hanya menyebabkannya semakin terjerat dalam tentakel yang lengket.

Enzim pencernaan dan asam kemudian memecah tubuh serangga, memungkinkan Drosera untuk menyerap nutrisi.

Seluruh proses ini biasanya memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari.

Tentakel kemudian membuka kembali, siap untuk menangkap makanan berikutnya.

Beberapa spesies Drosera seperti Cape sundew, memiliki tentakel panjang dan kurus yang dapat membengkokkan dan memelintir untuk menangkap mangsa.

Yang lainnya, seperti spoonleaf sundew, memiliki tentakel yang lebar dan pipih berbentuk sendok kecil.

Keragaman bentuk dan ukuran memungkinkan spesies Drosera untuk menangkap berbagai jenis serangga.

Tanaman Drosera tumbuh di rawa-rawa yang miskin nutrisi dan asam di berbagai belahan dunia.

Dengan menjebak dan mencerna serangga, tanaman karnivora ini dapat tumbuh subur di tempat di mana tanaman lain berjuang dalam kondisi tanah yang buruk.

Penampilannya yang mencolok dan cara makannya yang tidak biasa membuat sundew menjadi populer sebagai tanaman hias.

Namun, menyediakan kondisi pertumbuhan khusus yang mereka butuhkan bisa menjadi tantangan bagi tukang kebun rumah.

Dengan embunnya yang mematikan dan bentuknya yang beragam dan asing, Drosera adalah salah satu tanaman pemakan serangga yang paling aneh namun menarik di dunia.

Adaptasinya dalam mencerna serangga memungkinkannya tumbuh subur di lingkungan di mana sebagian besar tanaman lain binasa.

Dionaea (Venus Flytrap)

gambar tanaman pemakan serangga venus
sumber: cnr.ncsu.edu

Venus adalah tanaman karnivora yang paling terkenal.

Dengan bentuknya yang unik dan kemampuannya untuk menjebak serangga, tidak mengherankan jika tanaman ini sangat terkenal.

Venus berasal dari North Carolina dan South Carolina, Venus flytrap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya dengan menangkap serangga di daunnya.

Perangkap lalat Venus memiliki daun yang berfungsi sebagai perangkap, dengan dua lobus yang akan menutup ketika rambut pemicu di dalamnya disentuh oleh mangsa.

Perangkap ini mengeluarkan nektar manis yang menarik serangga untuk mencari makanan.

Ketika serangga merayap di antara lobus, gerakannya memicu perangkap untuk menutup, dengan gigi yang saling mengunci menjepit untuk menjaga mangsa tetap terperangkap.

Cairan pencernaan kemudian mengurai serangga, memberikan nutrisi tanaman seperti nitrogen yang sulit didapat dari tanah.

Prosesnya di mulai dari menjebak hingga mencerna dan membuka kembali daunnya,  tanaman Venus sendiri membutuhkan waktu sekitar 10 hari agar dapat membuka kembali daunnya.

Venus membutuhkan lingkungan yang lembab, karena mereka berasal dari rawa-rawa.

Mereka juga membutuhkan tanah yang miskin nutrisi, asam dan cahaya terang untuk berkembang.

Sifat dan penampilannya yang tidak biasa membuat mereka menjadi tanaman hias yang populer, tetapi mereka bisa jadi sulit untuk dirawat.

Dengan kondisi yang tepat, Venus flytrap dapat hidup selama 20-30 tahun dan menghasilkan banyak anakan selama waktu tersebut.

Meskipun Venus paling banyak mendapat perhatian karena daunnya, bunganya juga menarik loh.

Bunga-bunga ini muncul di tangkai-tangkai yang tinggi di musim semi dan musim panas, dengan bunga-bunga kecil berwarna putih yang menghasilkan biji jika diserbuki.

Sebagian besar Venus dikomersial melalui pembelahan, bukan dengan biji.

Venus flytrap adalah tanaman yang menarik, dengan penampilan yang asing dan makanan yang tidak biasa.

Tidak heran jika tanaman ini menjadi salah satu tanaman karnivora yang paling populer yang ditanam dan dipelajari saat ini.

Jika Anda memiliki kesabaran untuk memenuhi kebutuhan khususnya, perangkap lalat Venus bisa menjadi tanaman hias yang sangat bermanfaat.

Hanya saja, jangan memasukkan jari Anda ke dalam perangkap itu dengan cepat!

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Tanaman Pemakan Serangga

Sebagai pemilik tanaman, Anda mungkin memiliki beberapa pertanyaan tentang tanaman hijau yang tidak biasa ini.

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang tanaman pemakan serangga:

Apa yang dimakan tanaman ini? Tanaman ini memakan serangga kecil seperti lalat, nyamuk, dan agas yang terperangkap di daunnya yang lengket atau di dalam perangkap berbentuk kendi.

Tanaman kemudian mencerna serangga untuk mendapatkan nutrisi penting seperti nitrogen yang kurang di dalam tanah.

Apakah tanaman ini berbahaya untuk disentuh? Tidak, tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia atau hewan peliharaan.

Perangkap dan enzim pencernaan secara khusus diadaptasi untuk memecah serangga kecil.

Seperti halnya tanaman apa pun, cucilah tangan Anda setelah memegangnya dan hindari memasukkannya ke dalam mulut.

Apakah mereka perlu diberi makan serangga? Tanaman pemakan serangga dapat bertahan hidup sendiri di alam liar, tetapi untuk pertumbuhan terbaik di dalam ruangan, Anda dapat melengkapi makanannya dengan serangga kecil 2-3 kali sebulan selama musim tanam.

Tempatkan 3-5 serangga di setiap perangkap atau di daun. Gunakan serangga dari toko hewan peliharaan yang dimaksudkan sebagai makanannya.

Cahaya seperti apa yang mereka butuhkan? Sebagian besar tanaman pemakan serangga menyukai cahaya terang, seperti dari jendela yang menghadap ke timur atau barat. Beberapa tanaman, seperti perangkap lalat Venus, membutuhkan setidaknya 6 jam sinar matahari langsung per hari.

Gunakan lampu tanaman untuk menambah cahaya jika diperlukan.

Apakah mereka membutuhkan tanah atau pupuk khusus? Tanaman ini membutuhkan tanah yang miskin nutrisi dan asam yang dijaga agar tetap lembab namun tidak lembek.

Gunakan campuran lumut gambut dan perlit atau tanah tanaman karnivora komersial.

Jangan memupuk tanaman, karena dapat merusak akarnya.

Bilas daun dengan air hujan atau air suling untuk menghilangkan penumpukan mineral.

Dengan kondisi yang tepat, tanaman pemakan serangga Anda dapat hidup selama bertahun-tahun dan memberikan spesimen yang menarik di taman dalam ruangan Anda.

Bersabarlah dan perhatikan kebutuhannya, dan Anda akan dihadiahi dengan perangkap dan bunganya yang aneh namun memikat.


Dan itulah 3 jenis tumbuhan pemakan serangga yang unik, beberapa di antaranya memiliki bentuk yang sangat menarik.

Siapa sangka bahwa ada tumbuhan yang bisa memakan serangga hidup-hidup? Alam memang penuh kejutan.

Jika kamu penasaran dan ingin melihat tumbuhan-tumbuhan ini secara langsung, beberapa kebun botani di Indonesia menampilkan koleksi tumbuhan karnivora yang menakjubkan.

Atau kamu bisa mencoba membudidayakan sendiri di halaman rumah, siapa tahu bisa jadi hobi baru yang menarik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button